Sampaikan Informasi COVID-19 Secara Utuh dan Mudah Dipahami Masyarakat

$halaman->judul

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN - Kondisi masyarakat Kabupaten Probolinggo terbagi menjadi dua, ada yang percaya bahwa COVID-19 itu ada, tapi banyak juga yang menganggap bahwa COVID-19 ini merupakan suatu konspirasi.

“Beberapa orang yang tidak percaya dengan adanya COVID-19 inilah yang membuat masyarakat tidak mau mematuhi protokol kesehatan, sehingga penularan akan semakin bertambah,” ujar Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica, Rabu (16/9/2020) malam.

Menurut Dewi, orang-orang yang sudah merasa jenuh dengan dibatasinya aktivitas mereka, sehingga akan lebih mudah menyalahkan dan mempercayai teori-teori konspirasi yang ada. Lalu bagaimana sikap yang harus dilakukan untuk meyakinkan orang-orang skeptis soal bahayanya pandemi COVID-19 ini?

“Mari berusaha kita pahami sikap mereka. Karena tidak ada orang yang mau berdiam diri di rumah terus dan bahkan ada yang kehilangan pekerjaan. Mari bersama-sama menyampaikan informasi COVID-19 ini secara jernih, rutin, jujur dan dari sumber yang kredibel. Sehingga informasi yang diterima utuh dan dapat dipahami masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut Dewi menegaskan pihaknya melibatkan sosok atau tokoh masyarakat/tokoh agama yang dihormati untuk membantu dalam penyampaian pesan, sehingga akan lebih dipercaya dan kemudian diikuti oleh masyarakat. “Mari kita sampaikan informasi positif dari cerita nyata sehingga lebih mudah diterima,” jelasnya.

Dewi menambahkan tidak perlu memperdebatkan tentang orang yang percaya dan maupun yang menganggap COVID-19 hanya konspirasi. “Ada atau tidak ada COVID-19, tidak ada salahnya kan kita terus terapkan pola hidup sehat hanya dengan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak minimal 2 meter). Simpel kan ??,” pungkasnya. (wan)