0811-3373-119
dinkes@probolinggokab.go.id

Lakukan Karantina Dulu Jika Kontak Erat Penderita Covid-19

$halaman->judul

KRAKSAAN - Saat beberapa waktu lalu kita bertemu dengan seseorang yang ternyata terkonfirmasi positif Covid-19, berarti kita termasuk kontak erat. Kontak erat adalah bertemu dengan jarak <1,8 meter dengan total waktu 15 menit atau lebih dalam periode 24 jam.

“Periode kontak dengan suspek/probable/konfirmasi yaitu 2 hari sebelum sampai dengan 10 hari setelah swab + atau muncul gejala,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica.

Jika hal tersebut terjadi jelas Dewi, maka yang harus dilakukan adalah karantina dahulu. Jika ada gejala, maka segera hubungi dokter. Yang menentukan durasi karantina adalah dokter sehingga saat seseorang menjadi kontak erat, maka segera karantina 14 hari.

“Selesai karantina 14 hari, risiko penularan tanpa tes PCR adalah sebesar 0,1%, PCR negatife 0% dan antigen negatif 0,1%. Jadi, jika selesai karantina 10 hari tanpa tes, maka risiko penularan adalah 1,4%. Sehingga 14 hari memiliki risiko minimal,” jelasnya.

Menurut Dewi, waktu optimal untuk tes PCR adalah 5 hingga 7 hari setelah terpapar. Jangan langsung tes, karena hasil bisa negatif palsu. Ditunggu terlebih dahulu karena masa inkubasi dengan rata-rata 5 hari, virus mulai melakukan replikasi namun belum menimbulkan gejala.

“Kalau tes dilakukan terlalu cepat malah tidak akan terdeteksi. Pemeriksaan yang dilakukan saat hari H kontak dengan penderita Covid-19, maka menghasilkan 100% negatif palsu,” terangnya.

Bila ada gejala terang Dewi, hari 0-4 paska gejala adalah waktu yang terbaik (84%) dan menurun apabila tes dilakukan 10-14 hari paska gejala (54%). Berdasarkan penelitian Mina and He 2021, 44% kasus penyebaran terjadi pada fase tanpa gejala.

“Apabila kita terkonfirmasi positif Covid-19, segera beritahu orang-orang yang kontak erat dengan kita, sehingga tracing semakin massif, maka angka penyebaran dapat diminimalkan,” pungkasnya. (wan)